for one who's lost
I give you my words
I've been there before

2.2.11

"kisah singkat" perlukah sedih?

dihari kematian kakekku
                  aku tak sedih
dihari kematian pamanku
                  aku tak menangis

terakhir kali aku sedih dan menangis terhadap kematian
                  adalah
                               kematian hamster pertamaku
(in memorial of Coral)


tidak lagi meneteskan air mata 
ketika menonton film india 


tidak lagi menangis  
mendengar ustadz berbicara  


terakhir kali menangis karena faktor suasana... 
adalah                              
menonton "doraemon dan kerajaan robot"                                 



apakah DOSA

untuk tidak sedih lagi


apakah DOSA

ketika hati membatu seperti ini

rindu tiada merasuk
pedih tiada terasa
sakit tiada terbayang
tangis tiada terdengar      (bacot)


aku tak bisa berbuat apa-apa
tetapi tidak sedih


mengapa?


apakah "kematian" kudefinisikan BERBEDA?
jika demikian



apa DEFINISI-kematian dariku?

sedih 
karena tidak dapat bertemu lagi 

kurasa tidak 
karena entar disurga atau neraka (mohon tidak) 
pasti saling ber"dadah""dadah"-an 

OPTIMIS dari SEDIH
                adalah
                          Membuatkan alasan kepada kita
                          AGAR BANGKIT KEMBALI
                                      dengan motif dan alasan
          lebih kuat
dari sebelumnya

bukan sedih yang kita perlukan
tetapi BANGKIT setelahnya

bukan durasi yang lama
yang menjadi definisi berhasilnya sedih

tetapi KUALITAS anda MERENUNG
apa jawaban
apa hasil
apa intisari yang anda dapat

dari KISAH SEDIH TERSEBUT



No comments:

Post a Comment