seorang ayah dan anak
satu meja duduk bersama
"apa yang anda harapkan
dari setting tersebut?"
"kira-kira..... apa yang mereka bicarakan?"
"liburan? sekolah? canda tawa? berbagi cerita dan saran?
TIDAK!
_____________________________________________________
"kau makan apa tadi siang?", beliau bertanya dengan nada seakan berpidato
begitulah gaya bicaranya
meskipun pada anak sendiri
meskipun efeknya: semua orang tertawa
begitulah beliau berbicara
"ke warteg" jawabku
"tidakkah kau tahu? bagaimana mereka mencuci piringnya dibelakang?
mungkin
menggunakan ember dengan air kotor
yang mereka tidak ganti dari tadi pagi?
kau yakin itu bersih?? hati-hati! jaga kesehatan!"
"kalau aku.... percaya aja ga apa apa
kan ada suuq al muslim
kaidah fiqih yang berkata
SEMUA YANG DIJUAL KAUM MUSLIM
PERCAYA SAJA KEHALALANNYA
tak perlu ditanyakan lagi"
begitulah
gayaku berbicara kepadanya
(canggung dimata anda
seorang anak dan ayah
bercakap-cakap
dengan SERIUSNYA)
perhatikan jawabannya
"itu berlaku ketika masa RASULULLAH
dimana semua orang muslim
bahkan para muslimin dan muslimah yang BERKHIANAT
semuanya melakukan shalat lima waktu
semuanya mengikuti kaidah nabi dsb
semuanya menyembah Allah S.W.T.
(bukan menyembah islam)
meskipun nanti mereka ada yang berkhianat
meskipun sebenarnya mereka munafiq
mereka mengerti dan menjalani perintahNYA dan rasulNYA
sedangkan di masa ini
| ingat ketika dompet-ku hilang?
ayahku melakukan FLASHBACK
| menurutmu?
ketika tukang becak melihat dompetku
yang terjatuh ketika....
HENDAK MENAIKI MOBIL
dia tidak memanggilku
tidak mengumumkannya
apakah dia muslim?
kemungkinan 80% YA!!!!
sangat NAIF dirimu | berbicara padaku
menganggap dunia ini
dipenuhi kebanyakan
orang yang baik hatinya"
_________________________________________
ayahku
adalah
salah satu sumber KEBIJAKSANAAN
yang kupelajari
dan kuterapkan
kudapatkan dari dirinya
bahwa tetap OPTIMIS
dan memandang POSITIF
dan aku berlebihan
aku memandang POSITIF
untuk memudahkan diri sendiri
dan mengabaikan tindakan NEGATIF
yang seharusnya tidak kulakukan
_______________________________________________________
tindakan negatif
bukan harus kita TIDAK LIHAT
bukan berarti kita tidak boleh MELIHAT dan MENGETAHUI
kita harus tahu negatif dari sisi apapun
bukanlah menjadi buta dan sebagainya
(jika hati anda belum kuat
jangan coba dulu)
tetapi, kita harus TIDAK MERESPON
BERPEGANG TEGUH
dan menjadikan negatif
sebagai sumber dan alasan
untuk kita melakukan sesuatu
dunia ini kejam
dunia ini indah
yang mana yang akan anda lihat
1. melihat dunia ini indah
dan membuat diri sendiri buta
dan tidak mengetahui
keberadaan dunia gelap (yang kulakukan sebelumnya)
2. melihat dunia ini indah
agar dapat tersenyum selalu
dan membagikannya bagi semua
mengetahui dunia ini buruk
dan mempelajarinya
agar menjadi lebih baik
untuk keselamatan diri sendiri
dan terhindar dari DOSA
(yang ayahku usulkan untukku)
Di dunia, yang ada memanglah baik dan buruk. Akan indah ketika kita mau berbuat yang indah. :)
ReplyDelete