pentingnya senyuman
bayangkan sebuah cerita
(tertulis dengan
model skrip film)
EXT. JALAN RAYA
anda berjalan (ditabrak orang lagi joging)
anda menyebrang (di-klakson mobil)
anda masuk (tempat fotokopi)
INT. FOTOKOPI
anda mau jilid kertas (mengantri 3 pelanggan)
anda mau duduk (kursi direbut ibu-ibu)
giliran anda tiba (ibu-ibu tersebut menyerobot antrian)
kertas anda dijilid (giliran terakhir)
anda membayar (kembalian 3.000)
(based on true story)
jika anda
adalah orang yang memandang sesuatu
positif
negatif
beginilah caranya
CEMBERUT
anda sedang mau jilid buku
OTW,
anda ditabrak orang jogging
anda memandang seram padanya
dia takut
dan dia lari lebih kencang
anda menggerutu sepanjang jalan
ga lihat kekiri kekanan
mobil klakson
anda menggerutu lagi
di tempat FOTOKOPI
anda masuk
mengantri 3 pelanggan
anda menggerutu
tidak ada yang memperhatikan
anda mau duduk
tiba-tiba
ibu-ibu gede
duduk di kursi samping anda
anda menggerutu
karena ini giliran anda
(bahasa binatang)
"guk-guk-guk!"
TERSENYUM
anda sedang mau jilid buku
OTW,
menabrak orang jogging
dia menoleh takut
anda menoleh senyum
dia tersenyum
(teteh teteh cantik!!!!!)
anda menyebrang jalan dengan pipi merah
sehingga mobil lain berhenti
anda tertawa bahagia
(ha)
di tempat FOTOKOPI
anda masuk mengantri
dengan senyum hangat
pegawai pun jadi merasa bersalah
(mikir macam mana ini)
mau duduk
direbut ibu-ibu
anda tetep senyum
dia jutek
(kalau dilihat, dia guru
lagi fotokopi ulangan)
(ngalah aja kenapa? dia prioritas lebih tinggi)
senyum
giliran anda dipercepat
(teteh cantik lagi WOOOWW!)
dia men-jilid buku anda
selesai
"berapa saya berhutang pada anda?", tanya diriku padanya
(dia tertawa mendengar ucapan itu
ikut tersenyum)
(padahal tadi cemberut sepanjang kerja)
"3.000 aja", jawabnya dengan manis
aku optimis
lagi belajar melihat bagusnya aja
tadi contoh yang berhasil
lihat tanggalnya
tadi terjadi 2 minggu yang lalu
AKU MESUM
No comments:
Post a Comment